08
Okt
06

“Metamorfosis Proses”

 

Belum hilang pegal-pegal di tubuhku, mata beratpun masih terasa. Berangkat pagi pulang larut malam menjadi rutinitasku di satu minggu ini. Ya..ini adalah proses kali ke dua aku bergabung dengan tim Film Independent Bogor. Sebut saja Matahati production atau Kalam entertainment, atau Bogor MovieArt atau apalah terserah pembaca. Karena proses ini sebenarnya bukan garapan satu komunitas saja, tetapi melibatkan banyak pihak yang ikut berkepentingan dengan film ini.
Ada temen-temen kalam dengan sumber daya manusianya, ada sanggar”Yati” dengan talent-talentnya. Kemudian ada Telapak dengan sumberdaya alatnya, Salam dengan SDM dan juga alat, Kotag dan juga Indie Pop Bogor dengan berbagai kemampuan masing-masing. Awalnya proses ini adalah dari sharing sanggar Yati untuk membuat sebuah film sebagai bentuk apresiasi acting anak-anak didiknya. Dari beberapa kali sounding di tempat tongkrongan kami biasanya akhirnya disepakati untuk melakukan produksi bersama. Namun karena adanya keterbatasan masing-masing pihak akhirnya diputuskan untuk mengajak beberapa pihak lain untuk ikut terlibat lebih banyak. Atas pertimbangan inilah maka proses film ini menjadi proses bersama.

            ‘Metamofosis Sempurna’. Demikian judul scenario yang kami pilih. Skenario garapan Deni yang kali ini akan bertindak sebagai director. Skenario tanpa dialog yang bercerita tentang problem kejiwaan masyarakat saat ini yang digambarkan dengan setting tahun 1940an pada sebuah kampong terpencil. Dimana schizofenia, pedofilia, incest, lesbian dan homo sudah mulai menampakkan cirinya. Tantangan bagi kami adalah saat-saat hunting lokasi. Dimana kami menyusri wilayah Bogor Raya untuk mencari lokasi yang pas dan sesuai dengan setting yang kami maksud. Dan itu tidak mudah, apalagi dengan kondisi
Bogor yang mulai menggeliat menjadi
kota Ruko, pemukiman maupun villa ini. Hanya menyisakan sedikit ruang yang kami anggap sesuai dengan skenario kami. Akhirnya pencarian kami berujung pada Setu Burung CIFOR Darmaga dan kampung Joglo Cisarua Bogor. Pertimbangan mengambil lokasi ini untuk syuting adalah permasalahan anggaran dan efektivitas waktu.

            Hari pertama syuting kami hanya mampu menghabiskan 11 scene dari total 50 scene yang harus digarap. Lokasi pertama di Situ Burung. Tidak mudah syting seharian penuh, berpanas-panasan apalagi ini bulan puasa, banyak godaannya. Mencari angle kamera yang pas hingga melakukan pengarahan acting talent menjadi kerja keras kami saat itu. Take gambar lebih dari 5 kali di tiap scene-nya pada akhirnya menjadi sebuah kewajaran. Deni sebagai art director mengakui kekakuan di hari pertama syuting kali ini. Apalagi dari hasil casting sebelumnya ternyata ada beberapa talent yang tidak memiliki dasar-dasar acting sebelumnya. Terus terang puasa saya saat itu serasa tidak mendapat ridho. Bayangan es kelapa muda berkeliling liar dalam pikiran saya. Hari kedua, ketiga hingga hari kelima, lokasi syuting kami pusatkan di kampung Joglo. Disini kami meminjam sebuah rumah penduduk yang memiliki pekarangan cukup luas. Rumah itu memiliki sedikit gambaran dalam scenario kami. Sebuah rumah ditengah-tengah lading dengan background pemandangan gunung Pangrango dan hamparan kebun teh. Pemilihan rumah rencananya kami angkat sebagai setting scene interior, sedang lingkungan sekitarnya ada beberapa pilihan setting eksterior. Rumah berdinding bambo dengan lantai panggung khas sunda. Dengan property yang terbatas kami mulai ngeset sebuah kamar untuk take interior. Pada beberapa scene setingannya mungkin sama, namun pada bagian lain harus beda. Hanya ada satu kamar yang bisa kami sat saat itu. Solusinya sebagai maksimalisasi ruang, hanya tata letak dan sudut pengambilan gambar yang kami rubah. Sungguh sebuah proses yang tidak mudah bagi kami. Kami sama-sama belajar saling transformasi kemampuan. Munculnya kebersamaan sebagai semangat kerjasama sedikit memudahkan koordinasi kami. Di hari kedua dan ketiga saya mulai mengenal lebih jauh tiap-tiap personal yang terlibat dalam film in yang mana beberapa dari mereka belum saya kenal sebelumnya. Di kameraman ada Agga anak Indie Pop Bogor dan juga Irsa yang anak sinematografi IKJ. Untuk talent saya mengenal dua gadis yang lumaya untuk penyegar mata. Cici dan Odyss yang sehari-hari adalah karyawati Yogya dept store, kemudian ada cewek tomboy yang seneng dipanggil Boy. Beberapa diantaranya ada ‘bencis’ yang menyebut namanya sebagai Cinta, Sofa, dan Ayu. Kemudian anak-anak sanggar lainya.

            Syuting kami saat itu benar-benar kejar tayang. Bukan apa-apa, kami harus mempercepat proses ini sebelum minggu depan. Alasan anggaran, batas waktu pemakaian alat hingga kesibukan masing-masing personal lainnya. Hasilnya meski tidak begitu maksimal (belum puas) tapi itu sudah maksimal bagi kami. Dan akhirnya hingga hari terakhir segala sesuatunya berjalan lancar. Harapan kami semoga ini bukan proses yang terakhir. Kami banyak belajar dari proses ini yang mungkin beberapa diantaranya baru kami sadari. (Anggit_AO)


3 Tanggapan ke ““Metamorfosis Proses””


  1. 1 agung sa;votore carleone
    Maret 21, 2007 pukul 9:24 am

    wah…wah ceritanya bagus juga tuh, tapi sayang, penjahat kelas paus dibalik proses itu ada yang belum semua diungkap, apalagi wajah ganteng saya tidak masuk difoto, memang saya tidak senarsis dan tidak mencari popularatis seperti anda, mungkin tempat saya layaknya seperti dimata anda hanya dibalik layar……., hehehe gua lagi maen teater…nggit..!

  2. Oktober 29, 2007 pukul 4:23 am

    Cerita yang dilatar belakangki budaya merupakan sesuatu yang unik dan menarik. Latar belakang masyarakat yang masih sangat kental dengan kondisi pedesaan dan udaranya masih segar tanpa sedikitpun terakumulasi oleh apapun kecuali limbah masyarak. sangat menyukai cerita km……

  3. 3 eny
    April 28, 2008 pukul 7:10 am

    salam mawon kagem rencang2 komunitas kampoeng halaman, suwi mboten kepanggeh… nuwun. plus salam dening keluarganipun mas bey dan teh leny… kangen banget lama ngga’ ketemu… ceritanya menarik kapan anak2 saya bisa ikutan…


Tinggalkan Balasan




 

Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031