Pagi itu hujan tampak kelam membasahi bumi Pajajaran. Bagaimana tidak saya pagi itu memiliki janji dengan Roni dan Pak Baehaki untuk jalan-jalan ke Pulo Geulis, sebuah wilayah kecil ditengah kota Bogor. Dan dengan turunnya hujan tersebut, janji kumpul jam 9 pagi harus molor satu jam lebih. Akhirnya menunggu hujan reda di P4w adalah pilihan bijaksana kami saat itu. Disitu kang Zulfikar turut pula bergabung. Setelah cuaca mulai ramah. Berempat kami meluncur ke lokasi.
Titik awal di depan kelurahan yang ada di belakang terminal Baranangsiang sengaja dipilih sebagi pintu masuk. Pemandangan kampung padat pinggiran sungai dan kerusakan sisa banjir Februari silam langsung menyambut. Jembatan gantung sebagai akses jalan masuk tampak menyita perhatian kami. Dari sini dapat kami saksikan dengan jelas batas wilayah perkampungan ini yang dilingkari sungai Ciliwung. Pulo Geulis nampak unik, menurut Pak Baehaki (kami biasa memanggil Pak Bai) jika dilihat dari peta kawasan ini nampak seperti pulau yang menyempil di tengah kota. Sangat unik dan menarik. Kawasan yang padat dan tumbuh dalam pembauran yang khas, termasuk dinamika sosialnya.

Komentar Terakhir