Malam tampak kelam membekap Sabtu minggu terakhir di bulan April. Taburan bintang yang biasanya berpendar malam itu pergi entah kemana. Sepertinya awan hitam menandakan mendung tampak menghinggapi langit-langit Bogor hari itu.Tapi dengan keyakinan penuh bahwa gelap sepi bintang itu tidak berarti hujan, sekelompok anak muda tengah melakukan sebuah proses kreatif. Proses yang menandai bahwa mereka tumbuh dan hidup sebagai bagian dinamika Kota. Proses yang menunjukkan bahwa mereka bisa bergerak menghampiri masyarakat untuk menumpahkan kegelisahan melalui karya. Terlihat bagaimana proses kreatif itu terstruktur melalui kerjasama individu, komunitas, warga masyarakat hingga elemen lembaga pemerintahan.
Sabtu 28 April 2007 sebuah aktifitas melanda kawasan Jl Bangbarung Raya Tegal Gundil. Tepat didepan saung yang kerap menjadi tongkrongan anak muda, sebuah panggung berdiri menutup jalan dan membegi arus lalu-lintas di sisi sebelahnya. Panggung itu nampak penuh dengan set list alat musik. Sementara dipinggirnya terpampang banner yang menunjukkan gagasan aktifitas hari itu. Sebuah gagasan khas yang menyuarakan geliat komunitas Indie untuk muncul dan berkiprah melalaui karya nyata.
“Shall We Go Now”, demikian judul yang diangkat dalam proses kreatif ini. Melalui spirit Independen yang mereka suarakan, musik menjadi bahasa idealis untuk berkarya. Dan spirit itu tercermin jelas dalam konser album kompilasi Indie Shall We Go Now ini. Konser yang menjadi kesibukan akibat kerja bareng Berputar record dan kelompok pemuda Tegal Gundil (KALAM, Komunitas Peduli Kampung Halaman) dengan dukungan warga dan elemen terkait lainnya.
Musik Independen adalah pilihan ruang yang berhadapan dengan musik mainstream. Mereka yang berkiprah di jalur ini cenderung berkarya tanpa memperdulikan apakah musik mereka ini diminati masyarakat atau tidak. Resiko sepi informasi dan publikasi media populer kerap menghinggapi mereka. Tapi hal itu tidak mengurangi penikmat musik seperti ini yang jumlahnya juga tidak sedikit . Meski tidak terlalu muncul kepermukaan, komunitas musik ini memanfaatkan sisa ruang melalui jalur bawah tanah (Underground) untuk berekspresi. Adanya sisa ruang bawah tanah ini pada akhirnya memunculkan kemandirian diantara mereka. Ketika karya terkumpul dan siap diperdengarkan ke orang lain, usaha merekam dan merilis dalam bentuk album seringkali mereka kerjakan dengan semangat Do It Your self (DIY). Jangan salah menilai kalau mereka tidak bisa besar tanpa bergabung dengan Major Label. Merekam, merilis dan mengedarkan karya sendiri seringkali justru membuat mereka lebih eksis di percaturan musik. Di Bogor semangat berkarya lewat jalur Indie Label kembali menyeruak. Kali ini Berputar Record merilis album kompilasi band Indie “Shall We Go Now. Vol.II”. Sebelumnya Indie Label di daerah Ciluar ini pernah merilis Shall We Go Now .Vol.I. 15 band Indie Bogor terlibat dalam kompilasi ini. Pilihan kompilasi ini sengaja dipilih untuk meminimalisai biaya. Katakanlah 15 band tersebut patungan untuk membuat sebuah album dengan kualitas baik.
Bukti nyata terlihat dalam kesibukan launching album indie tersebut di Tegal Gundil sabtu itu. 15 band yang tergabung dalam kompilasi tersebut tampil menunjukkan kebolehannya.
Puluhan anak muda dengan atribut dan dandanan khas tampak memadati area yang dikenal dengan STG (Saung Tegal Gundil). Band dari genre indie pop, indie rock, brit pop, shoegaze, post punk, disco punk, industrial dan rock n roll ini tampil maksimal. Terlihat bagaimana crowd penonton asyik menikmati suguhan dari band-band yang tampil.
Dibuka dengan aksi sweet Sunday holiday berturut-turut tampil rahaysa d pribadi, indigenous, listric dan the privateers. Penampilan 5 band ini mampu mengangkat emosi dan menghangatkan penonton. Mereka yang tadinya berdiri mematung di sisi jalan (area panggung) akhirnya merengsek bergerak ke tengah dan depan panggung. Acara makin riuh dengan tampilnya piknik yang cukup lama eksis sebagai band indie Bogor, kemudian sympathy for the lady dengan personel yang keseluruhannya cewek hingga pink glove yang banyak direquest dengan lagu’kereta’-nya. Beranjak malam penampilan belladona
yang sendu, eyeliner, oplet 70, reidvoltus, daylight dan douet maut’s tak kalah serunya. Seseruan yang tetap dinikmati penonton hingga mie instant memungkasi acara malam itu. Kepuasan dan kelelahan tergambar jelas dari roman muka penonton dan penyelenggara acara ketika segala sesuatunya berakhir dengan lancar. (Ao).
wahhh keren banget yah klo seandainya smua city ada giniannya…. it’s hot…
gua pengen nyampein klo qta2 di makassar pengen bwat majalah musik indie,, bs ga’ sharing info??? sky08
ehhhh ampe lupa boleh ga’ tulisan ini gua masukin sbgai content di majalah qta??? pls
Yup gw stuju…… silahkan saja, tapi kalo majalahnya dah terbit boleh tuh kirim-kirim ke Bogor…hehehehehe…
anytime kapan aja kalo mo sharing info..kita siap bantu apa yang bisa dibantu….
Go Indie Makassar
Salam hangat
hahaha.. nice post, nggit!
fatamorgana semua…banayak komunitas gini uang terjebak ego….eksistensi…tapi kalo yg paling ok dan yang menjadi pelopor indie bogor sejak 2002 adalah the jaka sembung yang berani explore dengan perbedaan mereka, semangat dan keunikan mereka menjadi panutan anak band bogor walaupun banyak juga yang gengsi mengakui…tapi dari pengamatan dan survei aku..melihat begitu hebatnya band ini dan bikin gw sebagai anak bogor yg dulunya gak bangga jadi bangga karena banyak pengakuan dari band besar di luar sana yg menanyakkan kabar mereka (si jaka sembung)…semangat pertamayg mereka tularkana adalah membobol menjadi band loka bogor yg urakan tapi tampil di soundrenaline dan membakar dengan riot mereka di jalanan…ya,,,,ini hanya sedikit coment dari..komunitas rock n roll bogor…
bogor kota labil itu gak akan bisa di ubah…jati diri yg labil akibat posisi geografis anatara Bandung dan Jakarta membuat mereka tak punya identitas..sedangkan yg sangat kreatif dan unik terlalu idealis dan juga kurang hoki….
band indie…bukan lagi indie ketika orientasi mereka hanya untk famous…
regardz
komunitas rock n roll
Ok’sss…salute buat anak Jabung deh…kalo “berbeda” itu jadi kebanggaan kalian itu sah-sah saja…Gw setuju itu
Gw Fall In Love With Reggae music…bukan sesuatu yang beda, banyak komunitas begini di seantero Bumi…Gw suka komunitas apapun asal konkrit dan jelas da movenya….yang penting adalah bagaimana kita berkarya….karya…dan berkarya, serta menghargai karya
Ngaku anak band tapi ga da karya sama kayak kencing di kebon kan…??? hehehehehe
Ok…kita yang di Bogor kenapa ga United move aja ???
…Tosh bro from barudak ‘Cocktail’
bgoro labil
bogor akan terus berkembang….
no matter what!!!!
letak geografis bukan alsan buat jadi labil…
identitas bisa di dapet kalo emang mau tampil beda…
biar ada bandung ato jakarta…
bogor will keep move along!!!
kenapa media di bogor gk ad yg support local band ya??
cinta bogor….tapi suck buat media2 bogor..KISSI…tai..dll..yg gak peduli dengan musik lokal sendiri…fuck muter lagu seminggu trus…???naon???mereka hanya salah satu contoh…look…banyak band bikin acara buat band juga….hidup distro…yeah…lokal band…fuck taman topi
itulah yang terjadi…dukungan media lokal minim..tapi jangan jadikan alasan untuk marah2 tanpa ada action…..lebih baik menunjukkan tanpa media lokal mainstream kita bisa….
Salam Rasta
asiik,,,,kapan ada acaranya???bikin dream rawk bogor dunk
guest nya :
The Jaka Sembung
The Safari
Not For Child
Rover Skin
Closet
ama band lama
Piknik
waahh,,,bogor bagt
RAIN CITY for HUMAN
RIOT FOR CHARITY
SABTU, 2 AGUSTUS 2008 AT TAMAN KENCANA
PRESENT
THE SAFARI
NOT FOR CHILD
TEROR DISTORTION
ROVER SKIN
THE JAKA SEMBUNG
ETC
kalo kata gue sih,mo ngomong apa juga percuma kalo ga ada tindakan.lo tau? yang ngebahas tentang musik di bogor aja jarang bgt.ga perlu lah media yg udah dari dulu ada, di harapin.yang penting bikin aja sendiri acara yang banyak(kan katanya indie?)kalo mau ngarepin media mah …gabung aja ma major label.coment2 yg ada di sini juga terakhir tgl 19 juli.kayanya udah ga idup lg.gimana mau maju kalo pada ga jelas.malu donk ama base jam.oh iya bilangin tuh ama gitaris jaka sembung yg agak item2 itu jangan kebanyakan minum intisari.mendingan banyakin check sound biar suara gitar nya jelas….
jangan saling hujat setap orang bebas berkomentar,,,komentar lah ke tpik,,bukan person,,,seperti saudara marylinmanson berkata, dia mungkin turunan perek dan gaka yau arti dari yang namanya forum,,,gw siap ketemu dengan anda adu argument atau adu fisik,,,karena disini forum bukan hujatan
ditunggu !!
by: Batak Bersatu
Kontol eank yang menghujat,,,kami mendukung band lokal,,,,dan lainnya,,,monyet emank manusia marylinmanson,,,segenap anak gerbang bangsa siap tunggu tantangan dan mengahajar yang menghujat di forum ini,,,hidup band lokal hidup Not For Child,THeJakaSembung,TheSafari,Basejam,Repubblik,,TAI MEDIA