23
Sep
07

Ada Bogor Di ‘Kampoeng Rakjat’

Awalan yang baik…demikian komentar beberapa orang yang ditemui di sela-sela kegiatan acara Kampoeng Rakjat sabtu (25/8) kemarin. Sebuah awalan yang berusaha memberi gambaran keragaman masyarakat Bogor dari masa ke masa. Sebuah kondisi masyarakat dan perkembangannya yang ditilik dari sejarah dan kontribusi mereka tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Tanpa mereka Bogor mungkin kurang ‘etetis’ untuk dikenang

Sabtu seharian itu..bertempat di kawasan Taman Koleksi Kampus IPB Baranangsiang digelar sebuah acara yang menampilkan unsur etnis yang ada di Bogor. Yaitu Tionghoa, Arab, Indo dan Pribumi. Acara yang diberi title Kampoeng Rakjat ini mengambil tema Bogorku, Bogormu, Bogor Kita, Untuk Bogor Masa Lalu, Kini dan yang Akan datang. Konsep dari kegiatan Kampoeng Rakjat ini adalah pameran potensi etnis dan pertunjukan repertoar budaya dari masing-masing etnis. Terlihat deretan stand Kampoeng Tionghoa, Kampoeng Arab, Kampoeng Indo dan Kampoeng Pribumi yang memenuhi areal taman koleksi. Tampak pula stand pendukung acara dan komunitas yang terlibat dalam kegiatan ini. Sebuah panggung terbuka tampak ‘tegas’ berdiri di tengah-tengah deretan stand sebagai ruang untuk menampilkan ekspresi budaya etnis. Sementara sisa ruang yang ada coba dimaksimalkan dengan settingan nuansa Kampung jaman dulu.

Rangkaian kegiatan Kampoeng Rakjat ini diawali dengan pawai sepeda mengelilingi Kebun Raya. Pawai yang diikuti anak-anak usia SD ini selain sebagai pendukung acara juga lebih diupayakan untuk menanamkan kesadaran ‘anti polusi’ di Bogor. Rombongan pawai dilepas dari balaikota dengan kawalan komunitas Bike to Work menuju IPB Baranangsiang. Sementara itu atraksi Marching Band dari SD Bantarjati 9 menyambut kedatangan rombongan pawai tersebut. Dibuka dengan ceremony ala tradisi ‘mapag’ yang merupakan komposisi modifikasi dengan simbol penjemputan sosok etnis pribumi, arab dan tionghoa. Alunan musik yang dirancang sedemikian rupa tampak mewakili simbol keragaman etnis tersebut. Dengan ‘tabuh kendang’ yang dilakukan Pak Ernan Rusiandi selaku ketua P4w IPB, gelaran Kampoeng Rakjat akhirnya resmi dibuka. Yang terjadi kemudian adalah pameran stand etnis dan berbagai atraksi budaya yang dapat dinikmati pengunjung. Pertunjukan Marching Band, Tari jaipong SD Bantarjati 5 dan putri Ciapus, Teatrikal dari SADAR dan MAN 2, monolog dari SASEKA juga Rampak kendang SD Kedung Jaya II nampak padu dengan tampilnya Barongsai dan paduan suara dari MAKIN (Majelis Konghucu Indonesia). Games hisap ‘sisha’ dari komunitas arab juga tampak memberi hiburan tersendiri. Belum lagi aneka pertunjukan stand yang dipandu MC cukup variatif juga atraksi wayang bodor, rampak suling, jaipong serta golek ‘cepot’ yang dihadirkan DAMAS sebagai perwakilan pribumi. Tak ketinggalan tari topeng kocak yang dipertontonkan komunitas Obor

Meski diakui panitia dan pengisi kegiatan, persiapan yang mereka lakukan ini termasuk singkat, namun mereka berupaya maksimal menghadirkan nilai nilai dan tujuan di gelarnya Kampoeng Rakjat ini. Kampoeng Arab tampak menyajikan makanan dan produk khas tradisi arab di Bogor. Kampoeng Tionghoa yang diwakili MAKIN menampilkan foto-foto kegiatan peran serta mereka dalam kehidupan bermasyarakat di Bogor, juga produk makanan tradisional mereka. Bahkan personil yang ada di stand ini mengenakan busana ‘Cheongsam’. Hal yang sama juga terlihat di stand Kampoeng Pribumi yang diisi oleh anak-anak DAMAS (Daya Mahasiswa Sunda). Stand mereka tampak atraktif dengan perangkat alat musik dan pernak-pernik tradisional. Bahkan Kujang kembar tampak langsung menyambut begitu kita memasuki kawasan stand ini. Kampoeng Indo juga tak kalah menariknya dengan 3 stand sebelumnya. Meski minimalis, apa yang mereka sajikan dalam Kampoeng Rakjat ini cukup memberi peran. Sarapan ala Indies yang dinamakan ‘onbitjen’ dan makanan ‘poffertjes’ dapat dinikamati disitu. Untuk menu tradisional sunda stand Imah Hejo juga siap memuaskan pengunjung yang merasa lapar.

Apa yang ditampilkan dalam kegiatan Kampoeng Rakjat ini hanyalah awalan saja. Setidaknya itulah yang tertangkap dari penuturan panitia yang merupakan kerja bareng antara komunitas Kampoeng Bogor, Damas, Satu Nama, Obor, Kalam dengan didukung P4W IPB, Salam, HWPB, MAKIN, dan elemen masyarakat lainnya. Awalan disini artinya kedepannya akan ada kegiatan yang lebih variatif dan atraktif. Tentunya kegiatan yang dapat menampilkan keragaman masyarakat Bogor. Karena cita-cita mewujudkan Bogor yang lebih baik seperti yang mereka cita-citakan tidak akan terjadi tanpa dukungan dari berbagai pihak yang ada di Bogor termasuk unsur etnis . Itulah yang menjadi catatan penting pelaksanaan Kampoeng Rakjat ini.(Ank_Z)


2 Tanggapan ke “Ada Bogor Di ‘Kampoeng Rakjat’”


  1. 1 andre
    Januari 18, 2008 pukul 12:51 pm

    kok saya ga tahu ada acara seperti ini ya..??
    rasanya saya ga kuper-kuper amat. Kapan ada lagi?? kalau di adakan lagi saya diajak dong..
    Ga boleh yah..? Ooops sorry, maaf..

  2. Januari 21, 2008 pukul 3:04 pm

    Hahaha…Bukan kuper, jarang dapat info kalee (laah..sama ya ???)

    Silahkan kang andre kita ‘welcome’ aj kok…oyaa yang terdekat nanti dalam rangkaian Cap Go Meh 08 kita (Komunitas Kompoeng Bogor) bersama panitia (Ho Tek Bio /Vihara Dhanagun) menggelar rangkaian gelar budaya dan expo di 16-17 February..tempat akan diinformasikan kemudian


Tinggalkan Balasan




 

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930