31
Jan
08

De Coco Bar… It’s long night in reggae with Cocktails

Pelabuhan Ratu…siapa sangka jika hari itu kami benar-benar tiba disana. Tidak dinyana tempat ini ternyata menyimpan semangat tropical life sepanjang hari. Yah..tentu saja bisa begitu. Tempat ini adalah kawasan wisata pantai yang ombaknya cukup digemari kaum surver di negeri ini. Aku sendiri secara pribadi memang sangat menikmati suasana pantai dimanapun itu, jadi dengan datangnya kesempatan menikmati Pelabuhan Ratu, sudah pasti haram untuk dilewatkan begitu saja.Dan kesempatan itu ternyata muncul bersama Cocktail, band reggae yang melibatkanku sebagai salah satu personilnya. Sabtu itu Cocktail memiliki skedul perform di De Coco Bar & Resto Pelabuhan Ratu., sebuah tempat kongkow yang lokasi persisnya menghadap laut beserta pantainya.. Entah kapan lagi aku bisa menyempatkan ke tempat itu jika tidak bersama Cocktail. Kesibukan di Bogor beberapa bulan ini sungguh menyita energi dan waktu. Cocktail tampil di tempat itu sebagai band performing bersama The Herb. Tampilnya kami ini atas undangan kawan-kawan di Creative Box, pengelola event hari itu. Pengalaman yang bagiku sudah cukup menyenangkan. Selama tiga hari kami menyiapkan special perform di Coco Bar ini. Setelah sempat terjadi insiden kecelakaan beberapa waktu sebelumnya.

Dimulai sabtu siang jam 12 aku mengagendakan perjalanan menuju pelabuhan ratu. Bersama beberapa personil yang tersisa (yang lain sudah berangkat bersama mobil panitia) menuju Pelabuhan Ratu dengan moda transportasi umum. Berangkat dari terminal baranangsiang selam empat jam kami menikmati perjalanan yang luar biasa dengan MGI transport. Sebuah minibus umum yang memiliki nyali menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi. Jalur dari Bogor ke arah Sukabumi ini tidak bisa dikatakan mulus. Lebar jalan yang kecil, trek berliku hingga kondisi jalan yang tidak rata dan padatnya jalur oleh kendaraan. Saat itu hujan mulai turun dan mewarnai perjalanan kami itu. Disela-sela perjalanan sempat terjadi diskusi ringan soal list lagu dan aransemen yang akan dimainkan nanti. Maklum meski standarnya kami cukup hafal, rata-rata lagu yang akan kami mainkan kami rubah aransemennya, tetapi tetap mengacu pada spirit reggae.

Setengah delapan malam kami tiba di terminal pelabuhan Ratu, terminal kecil yang tampaknya masih dalam taraf pembangunan. Banyak diantara kami yang memanfaatkan sepanjang perjalanan tadi untuk tidur. Rasa lelah dan harapan untuk mempersiapkan kondisi saat pertunjukan nanti menjadi alasan utama. Tiba di terminal ini kami dijemput rekan band yang sudah tiba lebih dulu. Dugaan kami ternyata benar. Begitu tiba di De Coco Bar & Resto tdak banyak waktu buat beristirahat. Cek sound segera kami lakukan karena pada saat itu setelan alat belum terjamah, bahkan The Herb yang juga akan mengawal perform malam itu belum tiba.

Alat yang akan kita pakai sebenarnya bukan alat yang bagus sebagaimana konser-konser di Bogor maupun di jakarta. Tapi buat kami yang terbiasa survive dengan alat apa adanya itu sudah cukup, lumayan standar. Dan lucunya aku yang tadinya ingin melepaskan diri dari ketergantungan terhadap ‘PSR 47 jadul’, ternyata belum dijodohkan. Setelah dapat informasi soal PSR yang lebih baru (PSR 2000) di de Coco Bar & Resto, aku coba mengakrabi type keybord keluaran Yamaha itu. Dua kali latihan sebelumnya alat ‘sewaan’ itulah yang menemaniku. Namun begitu tiba dilokasi yang nampak justru pajangan keybord PSR 47 yang sangat aku kenal. Cukup surprise juga sebenarnya. Usut-punya usut ternyata alat yang dimiliki De Coco Bar & Resto sedang rusak, dan setelah aku amati dengan seksama ternyata alat itu bukan type 2000. Untung ada inisiatif tetap membawa ‘senjata’ andalan kami. Ya sudah….sepertinya belum takdirnya aku berpisah dengan 47…waduuuhhh.

Usai makan malam kami mendapati kawan-kawan The Herb yang baru tiba di lokasi. Merekapun langsung ke ruang makan. Ada waktu sekitar 30 menit untuk melakukan persiapan sebelum akhirnya 15 lagu kami gulirkan menemani tamu-tamu istimewa De Coco Bar & Resto malam itu. Hal yang sama juga dilakukan The Herb. Jadi totalnya ada sekitar 30 lagu yang membuat suasana De Coco Bar long night with reggae music. Terlihat roman Ano (Gitar), Ndar (Bass), Revi (Gitar) dan Mbay (Drum) yang berpeluh tapi puas itu. Apalagi Kobam yang juga merangkap MC pada malam itu…lebih berpeluh….Wooooiyooo its long night reggae with Cocktail. (Ank-z)


0 Tanggapan ke “De Coco Bar… It’s long night in reggae with Cocktails”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031