Tidak ada ungkapan yang pas untuk menggambarkan situasi sabtu 15 maret itu. Semua nampak puas, terhibur dan membaur satu sama lain. Tidak peduli kasta, ras, golongan maupun jenis kelamin. Semua menikmati suasana damai, segala perbedaan tidak lagi berarti, luruh dalam kesatuan harmonisasi. Hanya satu yang membuat mereka lebur, yaitu ’rasa’. Rasa yang mengendap dalam jiwa masing-masing individu. Rasa untuk menikmati alunan irama musik reggae tanpa beban. Seringan dan sedalam ungkapan “JAH BLESS US”
Lanjutkan membaca ‘Reggae Bogor….Dansa Penebar Semangat Damai’

Bogor cuaca seharian itu mendung pekat. Sesekali diselingi hujan yang nampak rajin menyirami tanah Pajajaran. Udara yang terhembus pun cukup dingin menyentuh kulit, membuat orang malas untuk menanggalkan jaket/baju hangat. Kondisi seperti ini sebenarnya cukup wajar terjadi di kota ini. Sebuah kondisi yang menjadi penciri sekaligus identitas local yang cukup dikenal orang luar daerah. Karena wajar, bagi sebagian warga hal itu justru dianggap berkah. Malahan kondisi mendung dan hujan tadi justru menjadi penyemangat bagi mereka yang hari itu akan melaksanakan pagelaran besar yang terjadi sekali dalam setahun. Ya agenda budaya Cap Go Meh 2008 Bogor Street Fest.
Komentar Terakhir