Arsip untuk Mei, 2008

28
Mei
08

Harap Maklum…

Sungguh luar biasa beban yang dirasakan rakyat yang menghuni bangsa ini. Sepertinya tekanan demi tekanan tak henti-hentinya menerpa negeri yang katanya ‘gemah ripah loh jinawi’ . Kita menjadi miskin dinegeri yang kaya ini. Tekanan politik, tekanan ekonomi hingga tekanan moral tampak akrab menjerat kita.Tanpa bermaksud bicara sok aksi tentang politik, akhir-akhir ini rakyat disuguhkan geliat intrik partai, intrik lembaga yudikatif dan eksekutif hingga intrik moral punggawanya Belum reda kepanikan langkanya minyak tanah akibat konversi gas pemerintah, kini cerita kenaikan BBM untuk yang kesekian kali mulai menghantui kehidupan masyarakat kita. Efek samping yang dirasakan masyarakat kelas bawah sangat terasa. Rakyat tidak tenang..sensitif..cenderung emosi di sesamanya. Lanjutkan membaca ‘Harap Maklum…’

26
Mei
08

Deavies Sanggar Matahari…Konser Yang Tidak Masuk MTV

Deavies Sanggar Matahari…nama komunitas itu aku dengar sekitar 3 tahun yang lalu. 3 tahun mengawali peradaban baru ku di kota Bogor. Saat itu masa pencarian identitas ruang berkesenian masih kabur, kemudian berkenalanlah aku dengan mereka. Meski terhitung lambat mengenali sepak terjang mereka di negeri ini, tetap saja manfaat untuk sekedar rendah hati membuatku bangga dekat dengan mereka. Kesahajaan dan keterbukaanlah yang menyapaku saat itu. Mereka memang tidak berkedudukan di Bogor tapi inspirator sekaligus penggagas Sanggar Matahari tinggal menetap di kampung Joglo Cisarua Bogor. Dan kini 24 Mei 2008, atau setelah 3 tahun berkenalan aku menyaksikan pertunjukan mereka untuk pertama kalinya. Lanjutkan membaca ‘Deavies Sanggar Matahari…Konser Yang Tidak Masuk MTV’

13
Mei
08

Fasilitas Publik Makam Raden Saleh

Sosok Raden Saleh Syarif Bustaman selalu diidentikan dengan perkembangan seni rupa. Tidak saja di Indonesia, tapi juga di dunia Internasional. Warisan yang ditinggalkan berupa sejarah hidup, pencapaian, karya-karya dan popularitas beliau dinilai sangat berarti bagi bangsa ini. Karena dari sosoknyalah gagasan perkembangan senirupa di Indonesia banyak diadobsi seniman penerusnya. Keberadaan perupa yang terus bertambah dengan karya-karya berbagai tema, gaya, media-teknik dan ide-konseptual yang kreatif. Apalagi perkembangan tersebut juga diiringi dengan tumbuhnya infrastruktur dan suprastruktur semisal gallery, museum, artshop, art dealer, balai lelang, kurator, kolektor, kritikus, pengamat serta media seni rupa. Tak jarang karya seni rupa juga dijadikan investasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberadaan Raden Saleh dengan karya-karya lukisannya yang melampaui standar kelas dunia serta menjadikannya sebagai maestro seni lukis romantik diperadaban barat, membuat sosoknya sulit dilepaskan sebagai identitas seni rupa Indonesia sepanjang masa. Tak salah dan sudah semestinya bangsa ini memberikan penghargaan sebesar-besarnya atas peran beliau ini. Lanjutkan membaca ‘Fasilitas Publik Makam Raden Saleh’

13
Mei
08

Agung Psiko : “Ini Hari Boemi Yahh…!? “

Hari bumi pada 22 April 2008 di kota bogor diperingati lebih meriah. Dengan kawalan beberapa teman komunitas yang tergabung pada “Komunitas Bogor Yeuh” yaitu kumpulan beberapa kelompok komunitas yang menghuni kota bogor seperti ” perkumpulan Salam”, “komunitas Kalam”, “Kantong Permen”, Fossbo, Bengkel AO dsb. Menurut seorang kawan (agungpsiko dan Lutfi SALAm) Kepanitiaan Bogor Yeuh ini awalnya berlaku sebagai aspek formal dari penyelenggaraan kegiatan (bahasa proposal). Namun dalam perkembangan terakhirnya mampu melibatkan anggota DPRD untuk ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan hari bumi kali ini. Keterlibatan sebagai dukungan ini mungkin perlu diperhitungkan kawan-kawan komunitas di masa-masa yang akan datang di kota bogor.

Lanjutkan membaca ‘Agung Psiko : “Ini Hari Boemi Yahh…!? “’




 

Mei 2008
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031