19
Jun
08

‘Save Our Heritage’…Pameran Lukisan Yang menggugah

Hamparan kanvas bergambar yang terpajang dalam panel-panel itu menggambarkan nuansa kota Bogor. Baik itu potret masa lalu maupun masa kini. Suasana pasar Bogor dan Jembatan Merah, Istana Bogor maupunGedung Blenong tempo dulu nampak bersanding dengan lukisan tukang sol, tukang pisang hingga sudut perkampungan pinggiran sungai Ciliwung masa kini. Kanvas bergambar itu seperti memetakan nuansa Bogor dalam ketenangan dengan Bogor dalam kepadatan.

Hamparan kanvas itu terpajang di sepanjang koridor Rafflesia Hotel Salak The Heritage. Ya…hari itu 8 Juni 2008 digelar pameran lukisan bertajuk Save Our Heritage karya Hanny Widjaja. Pameran lukisan yang didedikasikan sebagai rasa cinta-nya sang pelukis akan kota Bogor yang saat ini telah berusia 526. Kecerdasan memotret kota Bogor menjadi sebuah karya seni yang indah dimana perpaduan unsur kolonial dan tradisional yang memberikan keunikan tersendiri menjadi kelebihan dalam pameran ini. Tidak dapat dipungkiri kalau Hanny Widjaja memang memiliki ikatan jiwa dengan kota Bogor. Pelukis yang tahun 2005 berpartisipasi dalam pameran Artzone Workshop & Exihibition Edmonton Canada ini menjalani masa kanak-kanak dan remaja di Bogor.

Potret lukisan kota ini mengingatkan kita akan kesadaran demografis yang umum berlaku di dunia seni lukis.Menurut catatan Agus Dermawan T dalam katalog pameran, disebutkan Jan Vermeer banyak melukis sudut kotanya, Delft. Sementara Van Gogh sering melukis kapel dan sawah dekat rumahnya di kawasan Nuenen. Sebuah desa tempat masa kecilnya. Untuk lokalnya sebelumnya ada Rustamadji yang selalu mengingatkan sudut-sudut kota Klaten tempat ia hidup. Atau Wu Guangzhong yang acap melukis kota air Zhouzhuang tempat yang menginspirasinya. Kecenderungan ini bukan semata sebagai sarana mengagungkan daerahnya di hadapan orang lain, tapi lebih kepada dorongan untuk mengabadikan apa yang dilihat dan menjadi inspirasi maupun kenangan. Hanny Widjaja adalah pelukis yang menjadikan seluk beluk Bogor sebagai inspirasi. Sama halnya dengan yang dilakukan Abrahan Salm, T Reygers dan W.J Gorgon dengan ‘vue du palais de Buitenzorg’. Lalu ada A.A.J Payen, W.Troost dan Johan Daniel Beynon dengan Hotel Bellevue-nya. Sementara itu pelukis Indonesia yang pertama kali melukis pemandangan Bogor adalah Raden Saleh Pameran yang dibuka langsung oleh Walikota Bogor, Diani Budiarto ini dihadiri berberapa tokoh . Tampak Hasan Hambali dari Hotel Salak, James de Rave dari Kedaung group, Agus Dermawan seorang kritikus seni rupa, Kampoeng Bogor, Bogor Heritage dan tamu undangan lainnya. “Karya lukis bisa bicara banyak..untuk itu saya mengapresiasi dengan baik apa yang dilakukan Pameran Lukisan Save Our Heritage. Dengan pameran ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat Bogor akan khasanah kekayaan budaya lokal yang patut dibanggakan”. Tutur Diani disela-sela sambutannya.

Harapannya pameran ini tidak semata memberikan wacana apresiasi seni lukis semata tapi juga sarana informasi dan kepedulian pelestarian. Pembukaan pameran ditandai dengan pembubuhan tanda tangan dan penyerahan cindera mata berupa lukisan balaikota Bogor kepada Walikota. (Ank_z)


2 Tanggapan ke “‘Save Our Heritage’…Pameran Lukisan Yang menggugah”


  1. Juli 11, 2008 pukul 4:20 pm

    Salut….. Kapan Pameran di malang bos????


Tinggalkan Balasan




 

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30