22
Okt
08

Putri Cantika : Catatan Sahur On the Road

Pukul 00.00, antusiasme yang meninggi mulai melingkupi 8 komunitas yang ikut berkumpul. Bagian depan sekretariat Kalam, sontak dipenuhi karung beras serta kardus-kardus berisi sembako, barang dan pakaian layak pakai yang kini telah dipilah dan ditulisi menurut lokasi yang akan dikunjungi. Di bahu jalan utama Tegal Gundil 115 orang yang dibagi menjadi 5 Team, mulai menyepakati rute dan strategi perjalanan mereka. Masing-masing Team kemudian mengisikan santunan dan paket menu sahur kedalam mobil-mobil yang telah dibagi menjadi 1 hingga 3 mobil per team sesuai dengan tujuan mereka. Team 1 berangkat tepat pukul 01.00 dengan tujuan Panti Asuhan Al-Munawar (Haur Jaya) dan Panti Asuhan Assaidah (Kedung Halang Talang), disusul oleh

Sabtu itu, tepatnya tanggal 20 September 2008, terdapat kesibukkan kecil yang mewarnai teriknya Bulan Ramadhan di salah satu sudut wilayah Tegal Gundil. Disebuah saung yang tersembunyi di gang kecil, berkumpulah beberapa orang dai berbagai komunitas. Mereka sangat antusias membicarakan persiapan hajatan mereka dini hari nanti. berbagai kesibukkan terjadi dalam saung tersebut. beberapa orang terlihat sedang menghitung uang hasil penjualan kupon dan Donasi para dermawan yang juga jaringan komunitas mereka, di sudut lain beberapa orang memilah-milah pakaian, tas dan buku-buku layah pakai, disisi lain beberapa laki-laki berkerumun membicarakan berbagai moda transportasi, pembagian tim dan rute perjalannan dini hari nanti. Sisanya sibuk sekali menghitung kebutuhan sembako untuk setiap panti dan membicarakan teknis acara mereka. Semua ini dilakukan dengan penuh antusiasme disela-sela serbuan rasa lapar, dan dahaga yang lahir dari matahari yang seolah-olah lebih terik dari biasanya. Setelah mereka selesai berdiskusi dan masing-masing menyepakati pembagian tugas. Maka tiap Tim pun berpencar untuk menjalamkan tugas masing-masing dan bersepakat untuk berkumpul kembali pukul 22.00 larut nanti.

Kira-kira pukul 22.00,, jalan utama Bangbarung Raya yang telah berganti naman menjadi H. Ahmad Sobana belum juga lekang dan masih saja dipenuhi kendaraan bermotor yang lalu lalang. Dan jalan ini semakin semarak ketika puluhan sepeda motor memenuhi bahu jalan dangan orang-orang yang juga berseliweran memenuhi saung tegal gundil, trotoar, hingga jalan-jalan. Mereka tidak berencana untuk nongkrong dan ngeceng layaknya anak baru gede kini yang mengalokasikan waktunya tiap malam minggu untuk melihat keramaian kota dan bersenda gurau menjejali pusat kota dengan pakaian yang berwarna warni. Kawanan orang ini saling mengenal, berasal dari berbagai komunitas dengan beragam rupa, suku, agama, dan isi kepala. Namun mereka kali itu berkumpul dengan satu suara dan keinginan untuk berbagi. Sekitar empat puluh menit kemudian, mereka bergerak lebih cepat, mobilitas mereka melampaui orang-orang yang ingin cepat pulang kerumah untuk berbuka. Sekumpulan orang sibuk mengemas sembako dan memastikan pembagian yang cukup adil untuk masing-masing panti ynang akan dikunjungi, disis yang bersebrangan beberapa orang menata pakaian, tas dan buku layak pakai dalam kardus dan membungkusnya dengan rapii. Sedangkan di sisi luar terlihat orang-orang menurunkan puluhan dus berisi menu sahur yang akan disantap oleh penghuni-penghuni panti yang akan dikunjugi dan terlihat pula kerumunan orang disekitarnya dengan seseorang yang mulai membagi tim sekaligus mengabsen rombongan dengan bantuan TOA berbunyi nyaring di tangannya.

Pukul 00.00, antusiasme yang meninggi mulai melingkupi 8 komunitas yang ikut berkumpul. Bagian depan sekretariat Kalam, sontak dipenuhi karung beras serta kardus-kardus berisi sembako, barang dan pakaian layak pakai yang kini telah dipilah dan ditulisi menurut lokasi yang akan dikunjungi. Di bahu jalan utama Tegal Gundil 115 orang yang dibagi menjadi 5 Team, mulai menyepakati rute dan strategi perjalanan mereka. Masing-masing Team kemudian mengisikan santunan dan paket menu sahur kedalam mobil-mobil yang telah dibagi menjadi 1 hingga 3 mobil per team sesuai dengan tujuan mereka. Team 1 berangkat tepat pukul 01.00 dengan tujuan Panti Asuhan Al-Munawar (Haur Jaya) dan Panti Asuhan Assaidah (Kedung Halang Talang), disusul oleh keberangkatan Team 2 dengan tujuan Rumah Singgah Gesang yang terletak di jalan Sukamulya. Team 3 berangkat dengan formasi dua mobil yang diapit rombongan motor di depan dan belakang menuju Panti Asuhan Al-Muslimin yang terletak di Cimahpar pukul 01.30, hampir bersamaan dengan Team 4 yang berangkat menuju Panti Asuhan Al-Kautsar (Ciremai Ujung) dan Panti Asuhan Malabar Ujung. Pawai kendaraan ini ditutup oleh Team 5 yang langsung bergerak menuju Panti Asuhan Tresna Putera, tempat persinggahan terakhir untuk Saur Bersama yang terletak di Cibalagung.

Setelah masing-masing eam mendatangi Panti Asuhan, memeberikan Santunan dan makan sahur serta berramah tamah dengan anak-anak dan pengurus manti asuhan, pada pukul 02.30, team 1-4 berkumpul di BNI Juanda untuk melakukan konvoi bersama-sama menuju lokasi saur bersama, yakni di Panti Asuhan Tresna Putera.

Acara Sahur bersama mendapat antusiasme yang tinggi oleh para penghuni panti yang juga berasal dari berbagai macam daerah. Acara dibuka dengan sambutan dari kepala pengelola panti dan koordinator dari Komunitas bersama yang langsung dilanjutkan dengan santap Sahur bersama. Setelah melahap seluruh menu sahur dan pembacaan doa berpuasa yang dipimpin oleh anak-anak panti, acara kemudian menjadi sangat meriah dengan GAMES dan Door Prize yang sudah disediakan oleh panitia hingga waktu imsak tiba. Setelah memastikan bahwa tidak ada sampah yang tertinggal di aula maupun pelataran parkir, kami pun bergegas mengambil air wudhu dan bersiap untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah yang diakhiri dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Kang Dudin. Setelah beramah tamah, foto bersama dan ucapan terima kasih, pada pukul 06.30, orang-orang yang tampak sudah letih dan mengantuk inipun kembali ke Tegal Gundil secara beriringan, dan kemudian berpisah untuk pulang beristirahat di kediaman masing-masing. Betapapun, rasa kebahagiaan dari acara berbagi ini telah merunruhkan rasa letih dan kantuk mereka. Semoga silaturahmi dan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi banyak pihak, dan kerjasama yang terjalin antara komunitas Kampoeng Bogor, Kalam, Damas, Satu Nama, Obor, Keluarga Berputar, Kaso, Niners, dan didukung oleh sebuah media lokal- Rainscape dapat terus terjalin dikemudian hari. (Uti-Kampoeng Bogor)


1 Tanggapan ke “Putri Cantika : Catatan Sahur On the Road”


  1. 1 dra
    Oktober 28, 2008 pukul 8:28 am

    wah… mari bergabung di komunitas blogor
    blognya orang bogor…
    silakan kunjungi blogor.org
    salam kenal


Tinggalkan Balasan




 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Jul   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031