Himbauan mengenakan Batik pada Jum’at (2/10) lalu oleh Presiden SBY direspon dengan baik oleh berbagai kalangan. Tiba-tiba saja batik menjadi tren di segala aktivitas. Himbauan ini merupakan wujud kebanggaan kita atas dikukuhkannya batik sebagai warisan budaya yang diakui secara internasional. Pengukuhan ini dilakukan oleh UNESCO di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada jum’at lalu.
Di Bogor tren berbatik segera menjangkiti warganya. Terlihat pusat perbelanjaan dan pusat aktivitas banyak warga beragam profesi mengenakan batik. Mulai dari pejabat, pegawai swasta, PNS, pedagang, sopir angkot bahkan loper koran juga mengenakan kostum batik dengan bangga. Beberapa pejabat juga menginstruksikan penggunaan batik ini pada jajaranya.
Pusat perbelanjaan Botani Square juga manampilkan nuansa batik. Nuansa ini bukan dibuat-buat, tapi lebih dikarenakan pengunjungnya yang berbusana batik. Masing-masing tampil dengan berbagai gaya batik yang pas. Apalagi saat itu juga tengah digelar pameran Etnik dan Budaya yang salah satu primadonanya adalah batik.
Masyarakat pun larut dalam busana batik secara bersamaan. Mereka mengakui ada rasa berbeda ketika mengenakan baju batik. Rata-rata mereka memiliki kesan bagus dan lebih santun. Kesan inilah yang membuat mereka bangga dan tidak canggung. Bahkan kesan anggun, berwibawa dan trendi-lah yang muncul.
Batik merupakan warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Caranya dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperlakukan batik sebagai busana dalam keseharian, maka citra batik bisa makin menuai respon positif. Predikatnya sebagai baju kondangan akan bergeser sebagai baju kebanggaan di segala suasana. Apalagi batik sudah diakui Unesco sebagai budaya asli Indonesia.
0 Tanggapan ke “Bogor Sambut Hari Batik”