Kumis Kucing Ciwaluh Masuki Pasar Ekspor

April 29, 2010 pada 1:21 am | Ditulis dalam Goresan Berita | Tinggalkan Komentar

Komoditas Kumis Kucing organik produksi komunitas rupanya sudah diminati pasar ekspor. Terbukti Koperasi Ciwaluh Mandiri melalui PT. PNU (Poros Nusantara Utama) Jabar kembali melakukan ekspor untuk ketiga kalinya. Tujuan ekspor kali ini adalah perusahaan L’Herbier yang berkedudukan di Perancis.

Kumis kucing sebanyak 5 ton tersebut memulai perjalanan dari Gudang PNU di Desa Cigombong Kabupaten Bogor. Diawali dengan proses stuffing (pemuatan barang) ke dalam kontainer yang dilakukan pengurus Koperasi Ciwaluh Mandiri pada pukul 04.00 WIB. Selanjutnya Kumis Kucing tersebut akan menempuh perjalanan melalui laut selama 1 bulan sampai tiba di Perancis.

Menurut Direktur PNU Jabar Rina Agustine. Pihaknya memang fokus untuk membantu memasarkan komoditas komunitas yang ada di Jawa Barat. Kumis kucing yang dikirim ini merupakan hasil produksi warga kampung Ciwaluh yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Kumis kucing yang dikirim adalah kumis kucing yang telah melalui proses pengeringan dan telah mendapatkan sertifikat organik. Produk ini di negara tujuan akan kembali diolah sebagai bahan baku untuk obat herbal dan kosmetik.

156 Siswa Kota Bogor Tidak Lulus UN

April 27, 2010 pada 1:12 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Babak Ujian Nasional (UN) 2010 memasuki babak akhir. Perjuangan siswa SMA/SMK di kota Bogor telah ditentukan kemarin melalui pengumuman hasil UN 2010 pada senin (26/4) kemarin. Layaknya sebuah pertandingan, ada yang menang dan ada juga yang kalah. Demikian juga para peserta UN 2010 di Bogor. Dari jumlah 6.750 siswa SMA, sebanyak 156 anak dinyatakan tidak lulus UN 2010. Artinya 97,70 persen siswa saja yang lulus, jika dibandingkan dengan tahun kemarin kelulusan tahun ini menunjukan tren menurun dari 99, 97 persen. Tahun kemarin mencatatkan 23 siswa saja yang tidak lulus.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Umum Disdikpora Kota Bogor Alit Maryana, kelulusan UN kota Bogor tahun ini secara kuantitas memang menurun dibandingkan tahun kemarin. Tetapi secara nasional kota Bogor tingkat kelulusannya berada di peringkat dua di Jawa Barat. Lanjutkan Membaca 156 Siswa Kota Bogor Tidak Lulus UN…

Plastik-pun Bisa Jadi Fashion

April 25, 2010 pada 12:34 am | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Lenggak-lenggok ala model professional, ternyata tidak melulu harus tampil di mall atau di tempat tertutup dengan setting panggung mewah. Tidak juga dengan pakaian mahal dan aksesoris buatan butik terkenal. Dijalan dengan alas karpet dan pakaian kreasi dengan bahan-bahan yang selama ini dianggap sampah-pun tidak masalah. Kekompakan antara orang tua dan anak bisa mematahkan mitos fashion show ‘wah’yang selama ini banyak dilakukan.

Hal ini terlihat dari garapan Sanggar Baroedak (SABAR) dengan mengadakan Fashion show  memperingati hari Kartini dan hari Bumi. Acara dengan tajuk ‘Semangat Kartini Selamatkan Bumi’ tersebut diikuti anak-anak yang tinggal dilingkungan kelurahan Tegal Gundil kecamatan Bogor Utara, kota Bogor. Mengambil tempat di salah satu jalur jalan Achmad Sobana puluhan anak dengan beragam kostum yang memasukkan unsur bahan-bahan alam dan daur ulang. Tampil dengan lenggak-lenggok bak model professional. Lanjutkan Membaca Plastik-pun Bisa Jadi Fashion…

Macbeth Crooz Tour 2010 Mengguncang Bogor

April 24, 2010 pada 1:02 am | Ditulis dalam Goresan Berita | Tinggalkan Komentar

Raungan musik Underground kembali menggelegar di kota Bogor, kali ini rangkaian tour Macbeth Crooz 2010 yang datang menyambangi kota ini.. Sebanyak 15 band diusung dalam gelaran sabtu (24/4) lalu di GOR Padjajaran.

Macbeth Crooz merupakan event tahunan yang digelar brand produsen Apparel & Footwear Macbeth. Konsep tour ini telah dilangsungkan di beberapa kota di Indonesia dan Bogor merupakan kota keenam yang disinggahi. Sebelumnya tour ini sudah hadir di Jakarta, Semarang, Bekasi (Bekasi), Bandung, Surabaya dan Bali.

Venue diramaikan dengan kehadiran band-band underground yang di endorse Macbeth / Crooz, dan juga beberapa band lokal.populer. Selain itu juga ada stand produk Macbeth. Untuk bisa menyaksikan atraksi band ‘keras’  khas anak muda ini, pengunjung yang sebagian besar anak sekolah dan mahasiswa itu dikenakan tiket Rp. 30.000.

Menurut Ipang, salah satu panitia kegiatan. Acara ini bisa menjadi ajang pembuktian anak-anak muda, khususnya anak underground yang suka dengan musik keras, tetapi tidak suka dengan kekerasan. Antusias crowd terlihat terus menggema sejak pukul 10.00 sampai dengan selesai.

Do’a Untuk Bumi

April 23, 2010 pada 12:51 am | Ditulis dalam Goresan Berita, Goresan Cerita | Tinggalkan Komentar

Memperingati hari Bumi yang jatuh pada 22 April, komunitas musikalisasi puisi (KOMPI) kabupaten Bogor mengadakan hajatan Do’a Untuk Bumi. Kegiatan yang dikemas dalam Pagelaran Musikalisasi Puisi ini mengambil tempat di Taman Wisata Matahari, Cisarua Bogor.

Pagelaran Musikalisasi Puisi, Do’a Untuk Bumi menampilkan berbagai kelompok dari Bogor, Banten, Jakarta dan Bandung. Mulai dari tingkat sekolah sampai dengan sanggar atau komunitas. Hadir dalam acara tersebut beberapa pendukung dari Pemkab Bogor, KOREM, SOS desa taruna, Polsek Cisarua dan Manajemen Taman Wisata Matahari (TWM).

Ketika puisi adalah pilihan kata yang terbaik, dalam susunan yang terbaik. Maka kita diarahkan memahami bahwa bahasa adalah pemersatu bangsa. Demikian pesan yang disampaikan sesepuh Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, H. Freddi Arsi. Lanjutkan Membaca Do’a Untuk Bumi…

Nippy, Kartini Pengajar Sukarela SLB

April 21, 2010 pada 12:13 am | Ditulis dalam Goresan Cerita | 2 Komentar

Banyak orang menampilkan sosok Kartini era sekarang sebagai figur yang sukses. Kesetaraan yang menjadi semangat Kartini digambarkan semisal,  wanita karir atau profesi lain yang selama ini identik dengan dunia “laki-laki”. Tidak banyak orang yang melihat bahwa keikhlasan dan ketulusan seorang wanita sebenarnya bisa menjadi inspirasi bagaimana sosok Kartini saat ini. Konkritnya bisa disimak kiprah seorang Nippy, guru sukarela (volunteer) di SLB C Dharma Wanita Kota Bogor, Jl Malabar Ujung No 2 kota Bogor.

Menjadi guru sukarela awalnya bukan pilihan Nippy Infante Carimea Kesumawidya. Seorang ibu rumah tangga yang aktif menjadi pengajar sukarela di SLB. Namun hasrat untuk berbagi kepada sesamanya telah mendorong wanita 37 tahun ini terjun langsung disela-sela waktu luang mengurus keluarga. Sosok Nippy bukanlah siapa-siapa, bukan pejabat atau tokoh terkenal lainnya. Dia mengajar anak-anak SLB dengan tulus tanpa imbalan materi. Bahkan untuk hal-hal yang dirasa diperlukan sekolah, ia juga tak segan-segan mengusahakan. Lanjutkan Membaca Nippy, Kartini Pengajar Sukarela SLB…

Coffe Reggae Stone : Reggae Pertama Di L.A. Lights Indiefest

April 18, 2010 pada 12:07 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Finalis LA Light Indiefest 2009 Coffe Reggae Stone, band reggae dari Bandung, sukses memuaskan massa reggae di Bogor dengan penampilan terbaiknya. Sabtu (17/4) lalu band yang digawangi Ridho (Vocal), David (Gitar), Doris (Bass), Adi (Drum), Nanang (Gitar), A.yandi (Keyboard ) dan Icha (Vocal). Tampil dalam event Sing Reggae & Ska 2 di Taman Ade Irma Suryani (Taman Topi) Bogor.

Usai menggeber beberapa lagu andalan, kotahujan berkesampatan bincang santai dengan band ini. Coffe Reggae Stone mulai terbentuk pada 29 Mei 2005, latar belakang para personilnya rata-rata tinggal dalam satu kawasan di Cicalengka Bandung. Band ini mulai mengusik benak publik saat muncul sebagai finalis  LA Light Indiefest 2009. Istimewanya Coffe Reggae Stone merupakan pertama kalinya genre “reggae” muncul di gelaran ini. Lagu mereka yang ber title Demon bisa dinikmati di L.A. Lights Indiefest Compilation Album Vol. 4.

Lanjutkan Membaca Coffe Reggae Stone : Reggae Pertama Di L.A. Lights Indiefest…

Saat Reggae Dan Ska Bersatu Di Taman Topi

April 17, 2010 pada 11:51 pm | Ditulis dalam Goresan Berita | Tinggalkan Komentar

Setelah sukses dengan Global jamming beberapa waktu lalu, Ingram production bersama BJMC (Bogor Jamaican Music Community) kembali menggelar event music bertajuk Sing Reggae & Ska 2. Berlokasi di Taman Ade Irma Suryani (taman topi), sebanyak  13 band ska dan reggae tampil meramaikan acara pada sabtu (17/4) lalu.

Acara dimulai sejak pukul 13.00 wib, namun hingga pukul 19.00 penggemar reggae dan ska terus berdatangan. Tiket masuk yang mereka tebus sebesar Rp. 10.000, terbayarkan lunas dengan penampilan para pengisi acara. Meski tanpa guest star dengan nama besar, band yang tampil tidak begitu mengecewakan.

“Sing Reggae & Ska 2” di gagas sebagai media agar tidak ada pengkotak-kotakan atau dikotomi antara ska dan reggae. Gagasan ini muncul karena antara ska dan reggae itu sebenarnya satu akar, yaitu Jamaican music. Lanjutkan Membaca Saat Reggae Dan Ska Bersatu Di Taman Topi…

‘Underground’ Bogor Suarakan Kekompakan

April 17, 2010 pada 11:39 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Gelaran musik komunitas ‘metal’ kembali meramaikan suasana kota Bogor pada sabtu (17/4) lalu. Tidak-tanggung-tanggung, dua event digelar dengan dalam waktu bersamaan. Event pertama di gelar oleh Gigi Besi Youthcrew di Gedung Kemuning Gading kota Bogor dengan tajuk “Bogor Terbakar”. Sedangkan event kedua bertajuk “Dramaga Underground 2”, digelar di Warung Budaya Jl Dramaga Kabupaten Bogor. Event kedua ini digagas oleh Forum Pemuda Bogor Barat

Kedua event tersebur digelar dengan tujuan yang sama, yaitu sama-sama ingin mempertemukan dan menyatukan band-band komunitas, khususnya underground yang ada di Bogor. Tema kebersamaan, kekompakan dan perdamaian menjadi isu bersama yang mereka suarakan. Lanjutkan Membaca ‘Underground’ Bogor Suarakan Kekompakan…

Ruang Kreasi Di Batas Kota

April 8, 2010 pada 11:28 pm | Ditulis dalam Goresan Cerita | Tinggalkan Komentar

Jika para seniman Bogor selama ini merasa gelisah tentang ruang berkesenian, solusi apiknya adalah dengan menciptakan ruang itu sendiri. Ruang bisa kita ciptakan dimana saja. Jika sebuah ruang dirasa kurang didukung dengan tumbuhnya ‘ruh’ berkesenian, PR ruang itulah yang harus menumbuhkannya. Mungkin itulah gagasan yang coba diangkat Warung Budaya dengan Amplitudo Entertainment-nya.

Sebuah tempat di bilangan Jl Dramaga Bogor, berdiri sebuah sarana apresiasi seni, baik itu seni musik maupun lainnya. Fasilitas yang ada adalah sebuah panggung lengkap dengan peralatan band. Venue untuk penonton tersedia cukup luas, disisi venue terdapat kursi sofa untuk rehat bersantai sambil menikmati menu-menu yang ada.

Ement, salah satu pengelola warung budaya mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya memfasilitasi musisi dan seniman lainnya untuk berapresiasi. Selama ini mereka gelisah soal tempat dan ruang. Sementara warung budaya menyediakan fasilitas tempat serta alat. Tujuannya agar mereka bisa lebih berkembang, baik seniman tradisional maupun modern. Ini dibuktikan dengan respon komunitas dan seniman lainnya yang mulai mengakses warung budaya. Tidak dapat dipungkiri mereka memang haus akan tempat untuk berkreasi.

Saat ini hampir setiap pekan warung budaya selalu hadir parade akustik band dengan menampilkan kreasi musisi muda berbakat. Selain menjadi sarana kreasi, mereka juga memanfaatkan sebagai wahana tukar informasi sesama musisi local Bogor. Seperti pengakuan Vadra, Robby dan kinoy.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.