Oleh anggitmime

Adalah kelompok “aktivitas” seni yang merangsak dari ranah Pantomime untuk kemudian bergerak bebas dan memaknai aktivitasnya sebagai “MIMESTREET”. Kalau mau dikatakan sebagai nama panggung dari inisial asli sang pelakon juga tidak masalah..toh itu hanya nama

Dideklarasikan bulan Maret 2001 di Jogjakarta..berlokasi di atap Lantai 4 Kampus III Universitas Janabadra Yogyakarta oleh 4 orang (Okta, Anggit, Opal dan Ndahur), awalnya digagas untuk menampung aktivitas kreatif para deklarator, hingga akhirnya menemukan bentuk Mimestreet sebagai dominasi kegiatan kelompok

Pengalaman dan pergaulan dengan para seniman di Jogja pada akhirnya mampu memberi pengaruh kuat terbukanya ‘ruang-ruang’ ekspresi di jalanan, panggung-panggung dan tempat publik lainnya. Termasuk kerjasama dengan seniman teater, pelukis, street arts dan musisi. Sempat juga tergabung sebagai additional performer band ska ‘The Alaska’.

Pilihan ber mimestreet ini tercetus saat masih tergabung dalam sebuah komunitas teater di kota itu. Kemandulan dan kebuntuan komunitas  terhadap proses dramaturgi menyebabkan beberapa anggota merasa miskin kreatifitas. Maka dipilihlah dunia performance art spontanitas sebagai bentuk penuangan gagasan-gagasan kreatif. Perkenalan dengan seniman-seniman teater lainnya telah menyibakkan wawasan baru tentang bentuk pertunjukan lain diluar teater. Pantomime,.. demikian orang umum menyebutnya. Sebuah acting dalam bentuk olah tubuh estetis tanpa suara.

Pergulatan dan pertemanan dengan mimer dan performer lain telah membawa kelompok ini pada sebuah pilihan. Pantomime pada saat itu secara mainstream telah menyebabkan  kesulitan tersendiri melakukan ekspresi. Kemiskinan dalam bentuk materi  serta ketidakmampuan menyewa sebuah gedung untuk melakukan pertunjukan, telah menghasilkan ide kreatif untuk menemukan alternatif ruang pertunjukan baru. Maka pilihan pentas di jalan menjadi gagasan baru yang mengilhami kami untuk ber pantomime dengan panggung ruang terbuka yang bisa dilihat semua orang. Jalan dianggap pelaku sebagai tempat yang ramah, mampu mengakomodir kebentingan banyak pihak. Disatu sisi jalan (jalanan) mampu memberikan pandangan eksploratif bagi pelaku untuk berkreasi, meski ada persaingan disana. Namun justru persaingan itulah yang menjadikan sebuah gagasan estetis serta mampu menumbuhkan kesepahaman antara pelaku, teman-teman satu komunitas serta pengguna jalan lainnya.

Kesadaran akan kesamaan ide dan gagasan kelompok ini kemudian melahirkan keinginan untuk membuat sebuah penamaan kelompok. Penamaan pun cukup unik. Berawal dari sejarah salah seorang anggota kelompok yang memiliki ketergantungan terhadap miras dan memutuskan untuk berhenti (insyaf)…..Pada suatu ketika teman ini mengalami over dosis minuman AO, yaitu sebuah minuman yang dalam bahasan sesama kelompok dikenal sebagai kasta terendah dalam per-mirasan. Maka lahirlah penamaan Bengkel “AO” sebagai manifestasi untuk berhenti mengkonsumsi dan berusaha berproses kreatif tanpa miras. Jalan-jalan dijogja pun untuk sesaat sempat diwarnai kegiatan kelompok ini, meski tidak terlalu heboh.

Selain itu dalam komunitas ini juga memiliki sejarah persahabatan diantara anggotanya. Kesamaan minat dan nasib serta secara kebetulan inisial nama yang tepat untuk dijadikan nama kelompok, membuat penafsiran lain diantara teman-teman mereka sebagai manifestasi persabatan dua orang itu (Anggit dan Okta). Tak jarang pemaksaan inisial (abang Opal) kerab menjadi olok-olok kelompok ini. Dan Mimestreet-pun akhirnya dijadikan pilihan utama kegiatan komunitas Bengkel AO.

Mimestreet kemudian coba dikenalkan ke masyarakat umum. Roadshow pun coba digagas oleh kelompok tersebut, salah satunya ke kota Solo dan Wonosobo. Memang pada awalnya kedatangan Bengkel AO tersebut atas undangan teman-teman perupa lokal untuk meramaikan pameran lukisan idealis mereka. Namun justru dari sinilah semangat pelaku dengan Bengkel AOnya untuk menumbuh kembangkan Mimestreet ini.

Perjalanan kelompok mimestreet ini juga tidak mulus. Sesuai seleksi alam komunitas ini mulai ditinggalkan beberapa anggotanya dengan berbagai alasan. Lulus kuliah dan meninggalkan jogja umumnya menjadi alasan utama selain perbedaan-perbedaan lainnya.Akhirnya ditengah ketidak pastian siklus hidup komunitas, salah satu anggotanya  mencoba survive untuk tetap menghidupkan mimestreet ini dengan beberapa upaya. Salah satu bentuk konkritnya adalah kolaborasi BengkelAO dengan sebuah band indie jogja yang ber-genre musik ska. Kolaborasi tersebut terinspirasi oleh penampilan band ska legendaris  The Special. Rupanya kolaborasi tersebut mampu menarik perhatian masyarakat umum dan bisa membuat bentuk pertunjukan itu tetap eksis di kalangan komunitas indie jogja. The Alaska (nama band tersebut) ternyata mampu memberikan ruang yang cukup luas bagi BengkelAO. Namun efek buruknya ketika badai menghantam band tersebut, kegiatan pelaku ikut goyah. Akhirnya kerjasama kreatif tersebut dihentikan.

Semangat untuk tetap ber Mime street rupanya tidak bisa hilang. Ketika salah satu anggotanya melabuhkan perjalanan hidupnya kota Bogor, semangat itu tetap dibawa. Maka tahapan selanjutnya Bengkel AO hijrah ke kota ini. Pentas demi pentas dilakoni. Stasiun Bogor, Taman Topi, Air mancur, jalan Pajajaran dan sudut jalan-jalan yang ada di kota bogor menjadi sasaran pelaku untuk ber Mime Street ria. Sambutan penonton maupun masyarakat yang tak acuh serta miskin tepuk tangan, tidak menghalangi pelaku untuk terus bergerilya. MERDEKA…!!!!!!


14 Tanggapan ke “BengkelAO”


  1. 1 dony p herwanto
    November 18, 2007 pukul 11:54 am

    saya salah seorang penggemar seni pertunjukkan salah satunya seni teater, dimana ketika saya kuliah di solo saya juga ikut belajar berteater. tepatnya di teater lugu.
    saya juga pernah menjadi sutradara di berbagai pementasan yang dilakukan oleh teater lugu.
    saya juga aktif menulis puisi dan juga bermain pantomime ketika masih kuliah.
    yang ingin aku tanyakan dimana aku daoatkan alamat kalian.

  2. November 19, 2007 pukul 11:56 am

    Di Bogor, daerah bantarjati tegalgundil anda bisa cari yang namanya anggit…(maaf tidak bermaksud narsis..heheheh) disitu ada sebuah saung2 tempat jajan pinggir jalan

    Truz di kebonpedes di studio amplitudo…di GOR Pajajaran, Airmancur, Simpang gunung batu, Tugu kujang, taman topi, IPB baranangsiang, Sempur, Taman kencana…dll (Pokoknya semua tempat di Bogor deh…)

    Atau silahkan anda buat ‘karya’…undang saya, saya pasti akan datang….bertemu dalam karya sepertinya akan lebih afdol dari pada skedar retorika…hahahahaha

  3. 3 aRSa
    Februari 8, 2008 pukul 3:03 am

    SuKses buat BenGkeLAO

    ..arsa pecinta pantomime..lulusan SMK 9 Sby (SMKi) Jurusan Seni Teater , skrg lanjut d STIKOSA AWS..ikut teater Lingkar..visit My FriendSter arsa_lagi@yahoo.com

    Merci^……………………………………………………

  4. 4 Bang Opal
    April 28, 2008 pukul 5:26 am

    I Miss U My Friend

  5. April 28, 2008 pukul 9:58 am

    haaaiiii paaallll…punya kabar apa

  6. Juli 4, 2008 pukul 12:50 pm

    wah udah lama cari berita gini baru ketemu. all about bogor art and action. web ini di link di web byc boleh? dan mo jadi admin? isi rubrik apa saja tentang muda bogor. ditunggu responnya.

  7. 8 gepenk
    Februari 19, 2009 pukul 5:53 am

    hehheheheheehe

  8. 9 Okta(pethak)
    Juni 8, 2009 pukul 2:10 am

    ups………. jo lali perjuangane!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  9. Agustus 27, 2009 pukul 5:22 am

    saya suka nonton dangdutan…ngga tau apa aku juga suka seni ya..

  10. September 2, 2009 pukul 1:07 pm

    hehehehe apapun lah itu john

  11. 12 dwi
    September 24, 2009 pukul 6:22 am

    mas anggit dimana saya bisa menghubungi Anda ya?

  12. 13 dwi
    Oktober 19, 2009 pukul 8:10 am

    maaf sebelumnya, apa bisa minta alamat lengkap ato no hape mas anggit?Mohon diemailkan.Terima kasih sebelumnya.

  13. November 2, 2009 pukul 6:00 pm

    ok segera saya kirim ke email anda


Tinggalkan Balasan




 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30