Arsip untuk Kategori 'Goresan kata'

23
Feb
08

Menuju Cap Go Meh 2008..Perayaan Untuk Semua Warga

Memahami Bogor akhir-akhir ini mungkin kita akan sedikit mengernyitkan dahi. Bogor yang adem ini nampak kian tegas dengan hujannya yang menjadi ciri kota ini. Hujan yang makin rajin menyambangi para penghuninya. Hujan yang mulai tak kenal waktu, baik pagi, siang, malam sampai kembali ke pagi lagi. Suasana itu kian mendukung kesejukan yang mengarah pada dingin di kota ini. Namun hujan dan dingin itu tampaknya akan segera menjadi hangat. Kehangatan yang muncul dan telah menjadi tradisi turun-temurun sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Kehangatan ini mulai nampak dengan dominannya warna merah dan pernak-pernik Tionghoa. Tak salah lagi kehangatan ini memang didorong dengan adanya perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang akan meramaikannya pada 15 hari setelah Imlek tersebut.

Lanjutkan membaca ‘Menuju Cap Go Meh 2008..Perayaan Untuk Semua Warga’

23
Agu
07

Jalur ‘Off Road’ Di Jalan Kota

Tidak ada yang menyenangkan akhir-akhir ini. Barisan kata-kata ini mungkin bisa mewakili kekesalan beberapa orang yang mungkin senada satu dengan yang lain. Betapa tidak, rutinitas bagi mereka yang beraktifitas di Bogor maupun mereka yang melintas, menghabiskan akhir pekan di Bogor bisa menjadi buyar dan menjengkelkan. jalanan macet sudah menulari kota ini entah sejak kapan. Rumah-rumah besar milik orang pusat berdiri megah tanpa sosialisasi dengan warga sekitar yang akhirnya menjadi tidak nyaman.

Lanjutkan membaca ‘Jalur ‘Off Road’ Di Jalan Kota’

20
Agu
07

Selamatkan Bangsa ini Dari Kekurangan Kopi….

“Kopi adalah ramuan masterpiece manusia”

Kopi bukanlah racun”

“Minum kopi akan menambah kecerdasan”

“Selamatkan bangsa ini dari kekurangan kopi”

Setiap manusia pada dasarnya mencintai kopi. Terlepas benar tidaknya kandungannya racun atau tidak, kopi tetaplah primadona masyarakat Indonesia. Tidak ada pilihan lain bagi tradisi kita disetiap jamuan acara untuk selalu menghidangkan kopi. Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan bangsa kita.

Meminum secangkir kopi dapat memberikan kenikmatan tersendiri dan menjadi teman yang menyenangkan di berbagai suasana. Terlebih lagi kaum ilmuwan kini telah sadar bahwa dibalik warnanya yang pekat, kopi ternyata dapat memberikan efek positif bagi kesehatan. Kopi terbukti merupakan sumber anti oksidan terbesar bagi tubuh. Ia membantu membuang zat-zat radikal yang berbahaya bagi tubuh. Manfaat ekstrem kopi ternyata mampu melindungi seseorang dari penyakit kanker dan jantung.

Lanjutkan membaca ‘Selamatkan Bangsa ini Dari Kekurangan Kopi….’

21
Apr
07

Journey To ‘Pulo Geulis’

Pagi itu hujan tampak kelam membasahi bumi Pajajaran. Bagaimana tidak saya pagi itu memiliki janji dengan Roni dan Pak Baehaki untuk jalan-jalan ke Pulo Geulis, sebuah wilayah kecil ditengah kota Bogor. Dan dengan turunnya hujan tersebut, janji kumpul jam 9 pagi harus molor satu jam lebih. Akhirnya menunggu hujan reda di P4w adalah pilihan bijaksana kami saat itu. Disitu kang Zulfikar turut pula bergabung. Setelah cuaca mulai ramah. Berempat kami meluncur ke lokasi.

Titik awal di depan kelurahan yang ada di belakang terminal Baranangsiang sengaja dipilih sebagi pintu masuk. Pemandangan kampung padat pinggiran sungai dan kerusakan sisa banjir Februari silam langsung menyambut. Jembatan gantung sebagai akses jalan masuk tampak menyita perhatian kami. Dari sini dapat kami saksikan dengan jelas batas wilayah perkampungan ini yang dilingkari sungai Ciliwung. Pulo Geulis nampak unik, menurut Pak Baehaki (kami biasa memanggil Pak Bai) jika dilihat dari peta kawasan ini nampak seperti pulau yang menyempil di tengah kota. Sangat unik dan menarik. Kawasan yang padat dan tumbuh dalam pembauran yang khas, termasuk dinamika sosialnya.

Lanjutkan membaca ‘Journey To ‘Pulo Geulis’’

11
Mar
07

Pesta Rakyat Cap Go Meh Di Bogor…Meriah

Tak ada yang menolak jika pendapat puncak perayaan Imlek 2558 ditunggu warga Bogor. Perayaan yang menandai pungkasnya seluruh perayaan tahun baru Imlek ini jatuh di bulan pertama, hari ke 15 tahun Imlek. Untuk tahun masehi jatuhnya di tanggal 4 Maret 2007. Sebagaimana perayaan-perayaan yang lain, titik puncak selalu menghadirkan warna yang berbeda, lebih meriah, lebih riuh dan pastinya lebih bermakna. Karena perayaan tahun baru ini biasanya ada unsur ungkapan rasa syukur atas berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa pada tahun sebelumnya.

Demikian juga dengan Pesta Rakyat Cap Go Meh yang berlangsung di Bogor. Tradisi yabg terjadi selama turun-temurun ini menjadi ajang pesta rakyat di Bogor. Ruang publik seperti jalan raya menjadi tempat tumpah ruahnya warga yang ingin berbaur menyaksikan arak-arakan patung perwujudan Dewa Hok Tek keliling kota. Perwujudan yang dipercaya akan menebar berkah kepada semua anggota masyarakat.

Lanjutkan membaca ‘Pesta Rakyat Cap Go Meh Di Bogor…Meriah’

19
Feb
07

Cerita dari Pasar Anyar…

ps anyarMenikmati pemandangan kepadatan orang lalu-lalang, deretan penjual yang aktif menawarkan dagangan juga pembeli yang ulet menawar barang buruannya. Kita semua pasti pernah mengalaminya. Tak lain dan tak bukan, kejadian dalam ilustrsi itu adalah aktifitas disebuah pasar. Warga Bogor pasti sangat mengenal tempat ini. Pasar Anyar, sebuah pasar yang cukup legendaris berlokasi di kawasan pusat kota. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana bentuk awal dan sejarah yang melekat dengan pasar Anyar.

Lanjutkan membaca ‘Cerita dari Pasar Anyar…’

05
Des
06

Taman Kencana, Tempat Bercengkrama Di Tengah Kota

 

Pagi itu udara Kota Bogor menampakkan ciri aslinya yang sejuk, dingin dan menyegarkan. Sepertinya kondisi ini teramat sayang untuk dilewatkan. Apalagi jika dilewatkan untuk sekedar tidur ataupun malas-malasan di rumah. Pilihan yang tepat mungkin dengan jalan-jalan ataupun olahraga keluar rumah, terlebih lagi jika hari itu adalah hari minggu. Hari dimana kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga secara utuh lebih terbuka. Jika anda adalah orang yang cukup sibuk, tentunya hari minggu adalah hari spesial anda untuk sejenak berfikir santai.

Diantara deru mesin angkot, sesekali motor dan juga mobil pribadi, banyak warga menghabiskan pagi itu dengan aktivitas jalan santai (hang out), olahraga atau juga sekedar menikmati sarapan di luar rumah. Tempat terbuka yang berfungsi sebagai ruang publik semisal GOR, Lapangan Sempur, Taman Kencana maupun taman yang ada di kompleks-kompleks perumahan, menjadi tujuan warga untuk sekedar menghabiskan minggu pagi itu. Diantara pilihan tempat yang ada di kota Bogor itu, Taman Kencana mungkin menjadi tempat yang paling unik untuk disinggahi. Taman yang masih menyisakan ciri Bogor sebagai kota taman ini memang menjadi tempat favorit warga kota untuk beraktivitas santai. Lebih-lebih lokasinya yang cukup strategis di tengah kota. Sehingga tidak heran jika banyak warga memanfaatkannya sebagai tempat pertemuan bahkan tempat perjamuan dengan teman dari luar Bogor

Lanjutkan membaca ‘Taman Kencana, Tempat Bercengkrama Di Tengah Kota’

15
Okt
06

SIM Legal yang Gagal….

 


Berkendara dengan motor sudah menjadi keasyikan saya dari dulu. Sifatnya yang fleksibel dan praktis membuat segela urusan yang sifatnya mendesak jadi mudah untuk di jangkau. Tidak terbayang sama sekali kita mengejar waktu dengan naik angkot atau mobil di Bogor yang sudah sedemikian menjengkelkan macetnya. Bahkan sampai-sampai ini adalah jakarta ke dua. Namun ada beberapa hal yang mengusik ketenangan kala berkendara. Apalagi kalo bukan soal kelengkapan surat-surat. SIM yang terakhir aku pegang sudah kadaluarsa sejak april lalu, itupun masih SIM daerah (Jawa Timur), yang masih berlaku cuma SIM A. Dan kebetulan saya orangnya seneng “Benar” di jalan agar tidak timbul masalah. Beberapa hari ini menjelang puasa kemaren Polresta Bogor intens melakukan razia kendaraan bermotor. Beberapa kali bisa saya temui di Jl Pajajaran, Jalan Baru dan tempat lainnya. Sampai saat itu saya masih untung tidak kena cekal, selalu lolos. Bukan apa-apa hanya sayang dengan 50rb yang akan menguap sia-sia atau malah bisa bikin dosa.

Berangkat dari kegamangan itulah senin kemarin saya putuskan untuk bikin SIM C yang baru. Apalagi dari kawan yang juga seorang polisi menginformasikan tentang adanya Operasi rutin jelang lebaran nanti. Jadi klop-lah dengan niat saya. Ya hitung-hitung jadi warga negara dan warga kota yang baik. Maka ketika jam dan harinya tiba saya mulai mencari informasi tentang bagaimana cara bikin SIM itu. Terus terang dari beberapa SIM yang pernah saya miliki semuanya merupakan hasil pintu belakang alias nembak. Sebelum-sebelumnya saya hanya nunggu dirumah terus jadi. Dan ini menimbulkan penasaran saya. Sekitar jam 10 pagi (setelah ijin kantor) dengan tegas saya menuju ke kantor Polresta. Mudah-mudahan semua lancar tidak ada gangguan. Lanjutkan membaca ‘SIM Legal yang Gagal….’

08
Okt
06

“Metamorfosis Proses”

 

Belum hilang pegal-pegal di tubuhku, mata beratpun masih terasa. Berangkat pagi pulang larut malam menjadi rutinitasku di satu minggu ini. Ya..ini adalah proses kali ke dua aku bergabung dengan tim Film Independent Bogor. Sebut saja Matahati production atau Kalam entertainment, atau Bogor MovieArt atau apalah terserah pembaca. Karena proses ini sebenarnya bukan garapan satu komunitas saja, tetapi melibatkan banyak pihak yang ikut berkepentingan dengan film ini.
Ada temen-temen kalam dengan sumber daya manusianya, ada sanggar”Yati” dengan talent-talentnya. Kemudian ada Telapak dengan sumberdaya alatnya, Salam dengan SDM dan juga alat, Kotag dan juga Indie Pop Bogor dengan berbagai kemampuan masing-masing. Awalnya proses ini adalah dari sharing sanggar Yati untuk membuat sebuah film sebagai bentuk apresiasi acting anak-anak didiknya. Dari beberapa kali sounding di tempat tongkrongan kami biasanya akhirnya disepakati untuk melakukan produksi bersama. Namun karena adanya keterbatasan masing-masing pihak akhirnya diputuskan untuk mengajak beberapa pihak lain untuk ikut terlibat lebih banyak. Atas pertimbangan inilah maka proses film ini menjadi proses bersama.

            ‘Metamofosis Sempurna’. Demikian judul scenario yang kami pilih. Skenario garapan Deni yang kali ini akan bertindak sebagai director. Skenario tanpa dialog yang bercerita tentang problem kejiwaan masyarakat saat ini yang digambarkan dengan setting tahun 1940an pada sebuah kampong terpencil. Dimana schizofenia, pedofilia, incest, lesbian dan homo sudah mulai menampakkan cirinya. Tantangan bagi kami adalah saat-saat hunting lokasi. Dimana kami menyusri wilayah Bogor Raya untuk mencari lokasi yang pas dan sesuai dengan setting yang kami maksud. Dan itu tidak mudah, apalagi dengan kondisi
Bogor yang mulai menggeliat menjadi
kota Ruko, pemukiman maupun villa ini. Hanya menyisakan sedikit ruang yang kami anggap sesuai dengan skenario kami. Akhirnya pencarian kami berujung pada Setu Burung CIFOR Darmaga dan kampung Joglo Cisarua Bogor. Pertimbangan mengambil lokasi ini untuk syuting adalah permasalahan anggaran dan efektivitas waktu.

            Hari pertama syuting kami hanya mampu menghabiskan 11 scene dari total 50 scene yang harus digarap. Lokasi pertama di Situ Burung. Tidak mudah syting seharian penuh, berpanas-panasan apalagi ini bulan puasa, banyak godaannya. Mencari angle kamera yang pas hingga melakukan pengarahan acting talent menjadi kerja keras kami saat itu. Take gambar lebih dari 5 kali di tiap scene-nya pada akhirnya menjadi sebuah kewajaran. Deni sebagai art director mengakui kekakuan di hari pertama syuting kali ini. Apalagi dari hasil casting sebelumnya ternyata ada beberapa talent yang tidak memiliki dasar-dasar acting sebelumnya. Terus terang puasa saya saat itu serasa tidak mendapat ridho. Bayangan es kelapa muda berkeliling liar dalam pikiran saya. Hari kedua, ketiga hingga hari kelima, lokasi syuting kami pusatkan di kampung Joglo. Disini kami meminjam sebuah rumah penduduk yang memiliki pekarangan cukup luas. Rumah itu memiliki sedikit gambaran dalam scenario kami. Sebuah rumah ditengah-tengah lading dengan background pemandangan gunung Pangrango dan hamparan kebun teh. Pemilihan rumah rencananya kami angkat sebagai setting scene interior, sedang lingkungan sekitarnya ada beberapa pilihan setting eksterior. Rumah berdinding bambo dengan lantai panggung khas sunda. Dengan property yang terbatas kami mulai ngeset sebuah kamar untuk take interior. Pada beberapa scene setingannya mungkin sama, namun pada bagian lain harus beda. Hanya ada satu kamar yang bisa kami sat saat itu. Solusinya sebagai maksimalisasi ruang, hanya tata letak dan sudut pengambilan gambar yang kami rubah. Sungguh sebuah proses yang tidak mudah bagi kami. Kami sama-sama belajar saling transformasi kemampuan. Munculnya kebersamaan sebagai semangat kerjasama sedikit memudahkan koordinasi kami. Di hari kedua dan ketiga saya mulai mengenal lebih jauh tiap-tiap personal yang terlibat dalam film in yang mana beberapa dari mereka belum saya kenal sebelumnya. Di kameraman ada Agga anak Indie Pop Bogor dan juga Irsa yang anak sinematografi IKJ. Untuk talent saya mengenal dua gadis yang lumaya untuk penyegar mata. Cici dan Odyss yang sehari-hari adalah karyawati Yogya dept store, kemudian ada cewek tomboy yang seneng dipanggil Boy. Beberapa diantaranya ada ‘bencis’ yang menyebut namanya sebagai Cinta, Sofa, dan Ayu. Kemudian anak-anak sanggar lainya.

            Syuting kami saat itu benar-benar kejar tayang. Bukan apa-apa, kami harus mempercepat proses ini sebelum minggu depan. Alasan anggaran, batas waktu pemakaian alat hingga kesibukan masing-masing personal lainnya. Hasilnya meski tidak begitu maksimal (belum puas) tapi itu sudah maksimal bagi kami. Dan akhirnya hingga hari terakhir segala sesuatunya berjalan lancar. Harapan kami semoga ini bukan proses yang terakhir. Kami banyak belajar dari proses ini yang mungkin beberapa diantaranya baru kami sadari. (Anggit_AO)

15
Sep
06

Ada Ilmu Di Cisarua

Ada pepatah yang mengatakan ‘carilah ilmu meski itu hingga ke negeri China’. Ya..itu memang sekedar pepatah, namun sangat berkesan bagi saya. Kadangkala kita tidak melihat sesuatu yang kecil dan dekat sebagai pelajaran. Pengalaman sehari-hari sering terlupakan dan berlalu begitu saja. Berbulan-bulan selama di Bogor saya coba mencari pengalaman dan tambahan ilmu dari tempat-tempat yang selama ini dianggap sebagai monumen proses berkesenian. Kadang ke Jogja, Jakarta maupun tempat lain, tapi belum di Bogor sendiri. Berbulan-bulan dalam proses pencarian seakan menjadi semakna dengan sehari saja saya menemukan hal baru atau ilmu baru. Dan inilah yang beberapa waktu lalu saya alami di kawasan jalur Puncak. Jalur Puncak adalah adalah jalur yang sering dilewati untuk sekedar menyegarkan otak orang-orang jakarta dan orang-orang yang berkepentingan dengan itu. Saya sendiri hanya sekali waktu melewatinya. Tiap berkendara ke sana yang saya pikirkan adalah refresing dan senang-senang. Dan hal itu berlalu begitu saja tanpa saya sadari. Ternyata ada ilmu di Cisarua.

Lanjutkan membaca ‘Ada Ilmu Di Cisarua’




 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30