“RADJIN MAN”

Tokoh yang satu ini mungkin tidaklah istimewa bagi orang kebanyakan. Bahkan tak jarang beliau ini dianggap menganggu kenyamanan orang-orang bermobil yang ingin berhenti atau parkir. Jangankan ucapan terimakasih, raut muka sewot sering ditunjukkan sebagai balasan dengan sombong, merasa mampu telah memberi uang jasa seribu perak.
Pak Radjiman, demikian nama tokoh kita kali ini. Beliau adalah tukang parkir sekaligus tenaga kebersihan di sebuah Ruko kawasan simpang POMAD ciluar Bogor. Dengan sisa-sisa kekuatan fisik beliau berlarian dari ujung halaman ke ujung halaman parker lain. Kemudian dengan kemampuan navigasi laulintas seadanya terus saja pasang badan untuk membantu “meloloskan” mobil yang akan keluar masuk kompleks tersebut, bisa dibayangkan bagaimana resiko yang dihadapinya. Ruko tempat kerja pak Radji ini berada persis di pinggir jalan Bogor-Cibinong/ Jakarta yang macetnya sungguh luar biasa. Tak beda dengan Jakarta atau Depok, dimana di sela-sela kemacetan pasti ada saja kendaraan yang nylonong untuk lolos dengan kecepatan tinggi. Jadi kalau mau jujur jasa pak Radji ini sangatlah membantu.
Yang unik dari beliau ini selain kelucuan yang ditimbulkan dari keluguan dirinya, juga latarbelakang sebelum beliau menjadi tukang parkir. Pria tua asal Sragen ini sejak tahun 60-an akhir tinggal di Bogor. Lahir 65 tahun yang lalu, memiliki 7 orang anak, terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan. Beliau adalah pensiunan PU dengan pangkat terakhir Pengatur/IIB. Salah seorang anak laki-lakinya mengalami stress. Dan sekilas pak Radji ini selalu memiliki optimistis dalam setiap tindakannya, tengok saja pengalamannya sebagai Pegawai PU dari 1970 dan pensiun tahun 2000. Kemudian beliau coba wirausaha dengan dagang di Pasar dan buka warung disamping Ruko sejak 2002. Semua usahanya itu kini sudah gulung tikar demi sang anak yang stress tadi (pengobatan), hampr tidak tersisa buat dirinya. Ke 5 anaknya sudah berkeluarga, mereka tinggal dirumah pak Radji di kampung Mandala Ciparigi. Sedang pak Radji sendiri mendiami Gubuk koyak sekaligus menjaga tanah titipan orang yang letaknya persis di samping Ruko ini.
Pak Radji sendiri cukup percaya diri untuk tidak dikasiani. Dalam menikmati hari tuanya dengan pensiun 1 juta seratus, yang langsung habis buat anaknya yang tinggal dan kuliah di Bandung. Mantap menjalani hidupnya sebagai tukang parkir dan tenaga kebersihan di Ruko POMAD. Upah 150 ribu sebagai tenaga kebersihan ditambah pendapatan parkir rata-rata 8000 sehari, tidak menghalangi senyum beliau untuk terus ramah dan optimis. Priiiiiiiiiiiiiiittttt…terus kiri…bales kanan….hooppp…ya cukup, telah menjadi warna tersendiri yang kadangkala dirindukan penghuni ruko lainnya, termasuk saya. (Anggit_BengkelAO)
Komentar Terakhir